Cara berpakaian dalam islam

 Menutup aurat. Ini adalah kewajiban paling utama dalam berpakaian secara islami.

Untuk laki-laki: Aurat adalah bagian tubuh antara pusar dan lutut.

Untuk perempuan: Aurat adalah seluruh bagian tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan.

Tidak transparan. Bahan pakaian harus tebal, tidak menerawang, atau tembus pandang sehingga tidak memperlihatkan bentuk tubuh secara samar.

Tidak ketat. Pakaian yang longgar tidak menampakkan lekuk-lekuk tubuh. Meskipun aurat tertutup, pakaian yang ketat tidak memenuhi etika berpakaian dalam Islam.

Tidak berlebihan dan bukan untuk pamer. Pakaian hendaknya sederhana dan rapi, bukan ditujukan untuk mencari sensasi atau kesombongan (riya).

Bukan pakaian syuhrah. Pakaian yang dikenakan tidak untuk mencari popularitas atau ketenaran, melainkan untuk menjaga kehormatan.

Tidak menyerupai lawan jenis. Laki-laki dilarang berpakaian seperti perempuan, begitu pula sebaliknya. Ini untuk menjaga identitas dan fitrah masing-masing.

Tidak menyerupai pakaian kaum kafir. Muslim tidak diperkenankan memakai pakaian yang menjadi ciri khas atau simbol keagamaan kaum non-muslim.

Halal. Pakaian harus terbuat dari bahan yang halal dan didapatkan dengan cara yang hal


al pula. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini